Menjaga Kualitas Barang Dengan QC

 In Bisnis

Bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan barang atau jasa, menjaga kualitas produk yang ditawarkan adalah hal wajib. Termasuk pula untuk menjaga kualitas barang yang dibeli agar anda hanya mendapatkan barang dengan kualitas terbaik tanpa ada cacat. Ada beragam cara yang bisa dilakukan guna menjaga kualitas sebuah barang, salah satunya adalah dengan menerapkan sistem QC atau Quality Control.Menjaga Kualitas Barang yang Dibeli dengan Menerapkan Sistem QC 

Quality Control sendiri merupakan sebuah upaya pengendalian mutu agar barang yang anda jual atau bahkan anda beli dari pihak produsen merupakan barang dengan kualitas terbaik tanpa ada kecacatan pada barang. Lalu, bagaimanakah cara untuk menerapkan sistem quality control untuk menjaga kualitas barang yang anda beli?

  1. Melakukan Inspeksi pada Produk

Yang pertama, anda harus melakukan inspeksi pada produk. Artinya, anda harus memeriksa produk secara visual. Bahkan apabila diperlukan, anda bisa menggunakan beberapa peralatan seperti mikroskop stereo untuk mendapatkan detail produk yang halus dan terbaik yang memang anda patut dapatkan. Peralatan tersebut pun tak harus sama atau artinya anda bisa menggunakan peralatan apapun untuk mendukung inspeksi ini sepanjang ini memang dibutuhkan oleh jenis bisnis yang anda jalankan.

  1. Menempatkan Seseorang di Bagian Quality Control

Selanjutnya tentu anda membutuhkan tenaga yang memiliki tugas untuk mengawasi atau bahkan melakukan inspeksi setiap barang yang anda beli. Biasanya, orang tersebut akan diberikan daftar serta deskripsi dari beberapa jenis kecacatan yang harus diperhatikan dimana barang dengan kecacatan tersebut tak akan dapat diterima atau dirilis ke pasaran. Contoh kecacatan yang harus dihindari misalnya adalah keretakan, barang yang pecah, permukaan yang rusak, kemasan rusak dan lain sebagainya.

  1. Memilih Produk Secara Acak

Mungkin melakukan inspeksi barang satu per satu akan terasa mudah dan tak memakan banyak waktu apabila barang yang harus diperiksa hanya dalam jumlah yang sedikit. Lalu, bagaimana apabila ada ratusan atau ribuan barang yang harus diinspeksi? Sistem QC atau Quality Control akan mengajarkan anda untuk memilih produk secara acak atau menggunakan teknik sampling.

Barang yang dipilih secara acak tersebut kemudian harus diuji kecacatannya. Kemudian, catat dan tulislah hasilnya apakah ada kecacatan atau tidak. Kemudian, data tersebut bisa anda laporkan kepada manajemen apakah barang yang telah dibeli tersebut dapat diterima atau tidak. Apabila barang tidak bisa diterima, maka anda bisa menukarkannya ke produsen disertai dengan bukti atau hasil inspeksi yang sudah dilakukan sebelumnya.

Cara penerapan sistem QC itulah yang merupakan usaha untuk menjamin kualitas barang yang anda beli dari sebuah produsen. Upaya ini merupakan sebuah langkah nyata untuk meningkatkan serta menstabilkan proses produksi serta proses proses lainnya yang berkaitan dengan proses ini. Selain itu, menjaga kualitas barang yang dibeli dengan menerapkan sistem QC juga memiliki fungsi untuk meminimalisir isu yang mengarah pada kecacatan di tempat pertama barang dibuat yakni pabrik.

Bahkan dalam hal atau dunia pekerjaan borongan, terutama untuk pekerjaan yang diberikan oleh instansi instansi pemerintahan, isu mengenai pengendalian mutu dapat menjadi sebuah alasan utama mengapa seseorang atau sebuah pihak tak diperpanjang kontrak kerjanya.

Terbukti bahwa sistem Quality control sangat dibutuhkan dan memang penting bukan hanya untuk mengecek barang atau produk yang akan anda keluarkan kepada konsumen, namun juga untuk menjaga kualitas barang yang anda beli dari pihak pertama seperti pabrik atau dari produsen tertentu. Software akuntansi Keysoft akan membantu anda dalam menjaga kualitas barang.

 

Recommended Posts