Mengenal Istilah MRP Dalam Industri Pabrikasi

 In Bisnis

MRP? Adakah yang kenal istilah ini? buat kalian yang bekerja dalam industri pabrik pasti tidak asing lagi dengan MRP (Material Requirement Planning). Menurut beberapa ahli industri MRP merupakan metode/ cara yang digunakan dalam mengatur barang atau bahan produksi agar dapat dikendalikan serta mudah diawasi pemakaiannya. Hal ini akan memudahkan perusahaan untuk memesan berapa banyak bahan baku dan komponen produksi, dan yang paling penting adalah untuk melihat tenggang waktu serta batas minimum bahan produksi. Selain itu penerapan MRP memiliki manfaat untuk mengatur kelancaran, ketepatan, pendukung, dan penerimaan bahan baku produksi.

Tanpa menggunakan MRP atau metode perencanaan lain dapat dipastikan perusahaan aka mengalami kekacauan dalam penyediaan bahan baku produksi. Risiko yang lebih besar dapat menyebabkan kegagalan produksi karena tidak mampuan perusahaan dalam menghasilkan jumlah barang produksi untuk konsumen. Dengan kata lain MRP sangat dibutuhkan oleh perusahaan, berikut beberapa manfaat/ tujuan dari teknik MRP antara lain:

  1. Pengendalian

Teknik MRP akan mempermudah perusahaan untuk mengendalikan bahan baku material yang digunakan dalam produksi harian , mingguan maupun bulanan. Serta pengendalian ini dapat digunakan untuk meminimalisir kelebihan bahan baku yang dipesan dan juga penumpukan over stock material.

  1. Kelancaran

Teknik MRP akan membantu dalam mengatur kelancaran arus pendistribusian bahan baku material produksi. Hal ini untuk menghindari terhambatnya pasokan bahan baku sebelum kehabisan stock bahan.

  1. Efisien

Teknik MRP sangat membantu dalam efisiensi operasional produksi yang telah terkoordinasi dengan baik. Tidak hanya itu akan membantu perusahaan dalam mengolah bahan baku secara efisien tanpa meninggalkan sisa bahan.

  1. Ketepatan

Teknik MRP dapat mengidentifikasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan bahan baku material produksi. Hal ini tentunya akan menghindari keterlambatan produksi barang karena tidak tersedianya bahan baku.

Dalam teknik MRP diterapkan pula sistem input dan output yang di dalamnya menganut beberapa cara kerja agar perencanaan dapat berjalan sesuai, seperti berikut ini:

  • MPS (master production schedule)

Merupakan perencanaan dalam menentukan kapan waktu dan jumlah bahan baku akan diolah atau diproduksi. MPS dibuat berdasarkan pesanan konsumen dan waktu perkiraan order perusahaan. Atau yang paling mudah untuk dipahami MPS adalah sistem untuk menjadwalkan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.

  • BOM (bill of materials)

Merupakan sistem untuk mendata berapa banyaknya jumlah bahan baku, bahan pendukung, dan bahan setengah jadi yang akan digunakan dalam memproduksi barang kebutuhan konsumen. BOM sangat diperlukan agar ketepatan dan kelancaran pendistribusian material terpenuhi.

  • ISF (inventory status file)

Merupakan sistem pengerjaan data dari penghitungan persediaan dan kebutuhan bahan baku yang diperlukan dalam setiap periode perencanaan. Inventori biasanya meliputi open stock, pemakaian dan ending stock dari bahan baku produksi yang didata secara detail. Ini berkaitan erat dengan penjadwalan pembelian dan penerimaan bahan baku. Dalam inventori juga harus mencantumkan jumlah barang rusak/ cacat, tenggang waktu, jumlah stock, dan juga safety stock level.

Nah, itulah istilah MRP dalam dunia industry pabrikasi yang penting sekali diketahui dalam suatu perusahaan. MRP akan membantu perusahaan menekan anggaran dan risiko yang menyebabkan kerugian saat produksi baik itu perusahaan kecil. Teknik ini berguna untuk pengendalian inventori bahan baku dalam perusahaan manufaktur, serta mempermudah pembuatan jadwal yang terperinci kapan waktu yang tepat dalam produksi dan melakukan pemesanan bahan.

Jika bisnis anda merupakan industri pabrikasi dan membutuhkan software MRP, anda dapat menghubungi marketing kami untuk mendapatkan FREE konsultasi

Recommended Posts