Cara Menganalisa Keuangan Perusahaan

 In Keuangan

Keuangan perusahaan merupakan aspek yang sangat penting untuk selalu dianalisa. Mengapa? Hal ini untuk memastikan pihak pihak yang berkepentingan mengetahui kondisi keuangan sebuah perusahaan sehingga akan lebih mudah untuk menentukan sikap kedepannya mengenai sebuah perusahaan.

Dalam menganalisa keuangan perusahaan, setidaknya ada 3 barometer atau tolak ukur penting yang sebaiknya anda gunakan. Apa sajakah tolak ukur yang dimaksud tersebut?

  1. Common Sizing

Tolak ukur yang pertama disebuh dengan istilah common sizing. Apabila anda selalu bergelut dengan dunia usaha atau bisnis, mungkin anda sudah familiar dengan istilah yang satu ini. Analisa ini dilakukan dengan cara mengubah setiap baris yang ada dari data sebuah laporan keuangan menjadi angka dalam ukuran persentase (%). Mengapa? Mengubah data menjadi angka persentase akan memudahkan anda untuk melihat perbandingan dari pergerakan trend yang ada. Dengan melakukan analis aini, maka setiap bagian dari laporan keuangan, baik itu penurunan atau kenaikan akan lebih mudah untuk dilihat.

  1. Trend

Trend ini sudah disebutkan dalam poi yang pertama dan bahkan anda pun dapat menggunakan analisa trend untuk menganalisa keuangan dari sebuah perusahaan. Analisa trend dapat dilakukan dengan cara membandingkan dua hingga tiga data dari laporan keuangan yang dimasukkan dalam sebuah chart atau diagram. Dari chart atau diagram itulah anda bisa melihat kenaikan serta penurunan yang terjadi dalam laporan keuangan. Ada beberapa data krusial yang bisanya dibandingkan dengan menggunakan analisa trend ini seperti penjualan, laba bersih dan persentase laba kotor.

Selain 3 data tersebut, anda juga bisa menggunakan data lain dalam analisa trend sesuai dengan kebutuhan sebuah perusahaan. Misalnya saja seperti perbandingan antara aset, hutang dan rasio hutang terhadap modal.

  1. Crucial KPI

KPI merupakan singkatan dari Key Performance Indicator. Yang dimaksud dengan Crucial KPI merupakan indikator kunci kinerja dari sebuah perusahaan. Ada beberapa contoh KPI yang bisa anda jadikan pedoman sebagai salah satu cara menganalisa keuangan perusahaan. Beberapa contoh KPI tersebut adalah sebagai berikut:

  • Laporann Keuangan Laba Rugi atau Income Statement. Di dalam laporan ini berisi beberapa pont seperti penjualan, persentase laba kotor, pengeluaran operasional, biaya bunga dan laba bersih.
  • Neraca atau balance sheet. Ini merupakan sebuah aspek umum yang dibuat dalam laporan keuangan. Neraca biasanya terdiri dari beberapa point penting seperti Kas & Setara Kas, Piutang, Inventaris, Hutang Jangka Pendek, Hutang Jangka Panjang, Rasio hutang terhadap modal, pabrik bangunan dan peralatan.
  • Laporan arus kas atau cash flow report. Laporan ini pun terdiri dari beberapa point penting seperti contohnya arus kas operasional, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.

3 barometer diatas merupakan instrument keuangan yang harus anda buat dan miliki secara teratur untuk memantau kondisi keuangan sebuah perusahaan, terlebih lagi apabil usaha yang anda miliki merupakan jenis usaha dengan skala menengah keatas.

Menganalisa keuangan perusahaan sangat penting untuk membantu anda mengambil keputusan yang tepat bagi masa depan sebuah perusahaan atau bisnis yang sedang anda kerjakan. Meskipun perusahaan anda sudah terbilang mapan atau selalu mengalami keuntungan, anda tetap disarankan untuk tetap membuat laporan keuangan dan menganalisanya secara teratur.

Laporan keuangan akan sangat berguna untuk anda yang ingin melakukan maneuver apabila kondisi keuangan sedang dalam keadaan yang tak stabil atau tak baik. Jika anda membutuhkan software akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan secara cepat dan akurat, Keysoft Accounting adalah pilihan yang tepat.

Recommended Posts