Fluktuasi Harga dan Kurs Devisa Terhadap Finansial

 In Bisnis, Keuangan

Fluktuasi harga dan kurs devisa  – Menguat dan melemahnya nilai tukar mengikuti prinsip permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan terhadap rupiah, maka nilai tukar juga akan menguat. Sebaliknya, jika semakin banyak permintaan terhadap dollar AS, maka nilai tukar rupiah akan melemah.

Penyebab dari permintaan dan penawaran

Beberapa penyebab dari permintaan dan penawaran diantaranya : keperluan untuk menunaikan dividen dan bunga hutang luar negeri, ekspor impor barang dan jasa, transfer devisa, pekerjaan investasi dari investor asing ke sektor riil dan instrumen pasar modal laksana saham dan obligasi, kebijakan suku bunga di Indonesia dan Amerika Serikat, kepercayaan  terhadap situasi perekonomian sampai intervensi dari bank sentral negara setempat.

Fluktuasi nilai tukar dari masa ke masa adalah kejadian yang biasa dalam perekonomian. Umumnya, penyebab dari ketidaktetapan nilai tukar rupiah adalah kombinasi dari faktor-faktor di atas, tetapi terkadang terdapat pula satu isu tertentu yang perannya lebih dominan. Contohnya ketika di bank sentral Amerika Serikat sedang berencana melanjutkan penguatan tingkat suku bunga. Hal ini menjadi pemicu melemahnya nilai tukar rupiah.

Menyikapi pertumbuhan nilai tukar rupiah, Bank Indonesia memandang bahwa:

  • Depresiasi rupiah yang terjadi sekitar ini dipandang lebih diakibatkan oleh penguatan mata uang AS (USD) terhadap semua mata uang dunia.  Penguatan USD ini adalah dampak dari berlanjutnya eskalasi yield UST (suku bunga obligasi negara AS) sampai mencapai 3,03% (tertinggi semenjak tahun 2013). Di samping itu, depresiasi rupiah pun bersangkutan hal musiman permintan valas yang bertambah pada triwulan II antara lain untuk kebutuhan pembayaran ULN dan pembiayaan impor, dan dividen.
  • Fundamental ekonomi Indonesia ketika ini berada dalam situasi yang kuat.  Inflasi masih cocok dengan kisaran 3,5+1%, defisit transaksi berlangsung lebih rendah dari batas aman 3% PDB, momentum perkembangan ekonomi berlanjut dibuntuti oleh struktur perkembangan yang lebih baik, dan stabilitas sistem finansial yang tetap kuat. Kepercayaan asing terhadap Indonesia terus terlihat membaik pada upgrade rating Indonesia oleh Moody’s, JCRA, dan R&I serta diikutsertakannya obligasi negara pada Bloomberg Global Bond Index.
  • Bank Indonesia juga telah memberikan solusi stabilisasi baik di pasar valas maupun pasar SBN (dual intervention) dengan tujuan untuk meminimalkan depresiasi yang begitu cepat dan berlebihan.

Itu dia Fluktuasi harga dan kurs devisa terhadap finansial, serta pandangan Bank Indonesia dalam menyikapi pertumbuhan rupiah. Jika anda membutuhkan software erp yang murah untuk bisnis anda, anda bisa klik disini. Atau anda membutuhkan aplikasi mobile untuk mengatur bisnis anda dimanapun juga kapanpun , anda bisa klik disini. Selain itu jika bisnis anda membutuhkan software akuntansi untuk membantu bisnis anda, anda bisa klik disini.

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt